Teknologi Terbaik untuk Pengembangan Aplikasi Mobile di Tahun 2021

pengembangan aplikasi mobile

27 Dec 2020

Pandemi Covid-19 telah membuat peningkatan tajam terhadap penggunaan aplikasi mobile, baik dari aplikasi Android maupun iOS. Selama Quartal ke 3 tahun 2020 saja, tercatat sebanyak 33 milyar pengunduhan aplikasi baru secara global, dengan penggunaan aplikasi selama 180 milyar jam kolektif per bulan, dan terjadi transaksi dengan total nilai US$ 28 milyar untuk aplikasi teknologi. Tidak diragukan lagi, pandemi akan memberikan dampak yang bertahan lama terhadap tren dan teknologi untuk pengembangan aplikasi mobile di masa depan, seperti halnya pandemi telah merubah perilaku konsumen.

Aplikasi bisnis yang menarik akan meningkatkan branding perusahaan dan loyalitas pelanggan. Setiap bisnis yang ingin menjual produknya, memberikan bantuan, menawarkan layanan, atau berbagi informasi pasti akan berusaha untuk membuat aplikasi mobile-nya ramah pengguna (user-friendly) dan dapat diakses dengan mudah oleh pelanggan. Selain mengidentifikasi bagaimana aplikasi mobile akan berfungsi atau sumber daya apa yang diperlukan, penting untuk diketahui platform atau teknologi pengembangan aplikasi mobile mana yang akan mencukupi kebutuhan aplikasi dengan lebih baik.


Bahasa Pemrograman Terbaik Untuk Pengembangan Aplikasi Mobile

bahasa pemrograman untuk pengembangan aplikasi mobile

1. Swift

Swift merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Apple Inc untuk pengembangan aplikasi di dalam platform khusus buatan Apple Inc. Swift mudah digunakan dan bersifat open source, dan bahasa ini termasuk dalam golongan objek fungsional (Functional – Object), dan dirancang agar dapat bekerja dengan Objective-C. Bahasa ini juga bahasa pengantarnya para Mac developer, iOS developer dan platform Apple lainnya.

2. C++

C++ membentuk dasar pada sebagian besar bahasa pemrograman dan memiliki kemampuan untuk membuat aplikasi dinamis. C++ sangat populer saat ini untuk pengembangan aplikasi multi-platform, dimana aplikasi hanya ditulis dalam satu bahasa pemrograman dan dapat di-compile ke berbagai platform yang berbeda (Android, iOS, dan Windows) tanpa mengurangi kinerja atau keamanan aplikasi. Pendekatan berbasis kompiler yang sederhana dan efektif menjadikannya sebagai alat serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai platform. Bahasa pemrograman sejenis, yaitu Objective-C, sebelumnya digunakan untuk pengembangan aplikasi di sistem Apple, sebelum Swift diperkenalkan pada tahun 2014.

3. Java

Sejak diperkenalkannya Android pada tahun 2008, bahasa pemrograman berorientasi objek ini telah menjadi bahasa yang populer dan resmi untuk pengembangan aplikasi mobile Android. Bahasa pemrograman yang sangat serbaguna ini membantu menjaga aplikasi mobile tetap fleksibel, modular, dan mudah dikembangkan. Java mudah dipelajari dan banyak tutorial yang tersedia di internet untuk dipilih sebagai bahan pembelajaran.

4. HTML5

Tidak ada teknologi yang lebih baik yang bisa digunakan selain HTML5 jika ingin mengembangkan aplikasi web-frontend untuk aplikasi mobile. Anggapan bahwa pengembangan aplikasi mobile lintas platform merupakan pekerjaan yang rumit dan menakutkan bagi sebagian pengembang, berangsur hilang karena HTML5 mampu memberikan fungsionalitas yang lengkap. Keunggulan “write-once-run-anywhere” yang ditawarkan oleh HTML5 dapat mempercepat proses pengembangan aplikasi, meningkatkan visibilitas, dan mendukung pengaksesan secara offline.

5. PHP

PHP merupakan bahasa pemrograman yang mudah dipelajari, berorientasi objek, dan menggunakan model tiga lapis untuk membantu membuat aplikasi mobile dan aplikasi web dinamis. Sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi database. Framework PHP populer seperti Laravel, Lumen, CodeIgniter, dan Symfony digunakan secara luas untuk membangun aplikasi mobile yang memerlukan backend dan migrasi data yang kompleks. Kebanyakan proyek aplikasi skala besar menggunakan bahasa PHP ini karena memudahkan dalam proses caching, autentikasi, dan bahkan routing.

Sejumlah tools canggih tersedia bagi mereka yang ingin membuat aplikasi mobile sendiri menggunakan bahasa pemrograman PHP. Alat pengembang ini sempurna untuk membuat aplikasi mobile dari awal dan bahkan menawarkan kemampuan multi-platform untuk menjangkau pengguna yang lebih luas.


Tools Terbaik Untuk Pengembangan Aplikasi Mobile

tools aplikasi mobile

1. PhoneGap

PhoneGap, juga dikenal sebagai Apache Cordova, adalah framework untuk pengembangan aplikasi mobile yang bersifat open source yang menggunakan CSS3, HTML5, dan JavaScript, untuk membuat aplikasi native untuk Android, Windows, dan iOS. Framework ini memungkinkan perpaduan kode native dan hybrid yang menghasilkan aplikasi yang tidak murni bersifat aplikasi mobile maupun aplikasi berbasis web.

2. Appcelerator

Framework ini bersifat open source merupakan pilihan terbaik untuk mengembangkan aplikasi berbasis hardware / perangkat keras. Framework ini menggunakan HTML5, PHP, dan JavaScript untuk membuat aplikasi native untuk iOS, Android, dan Windows UWP.

3. RhoMobile

Dasar dari RhoMobile Suite adalah framework open source Rhodes yang sangat bagus untuk pengembangan aplikasi native untuk berbagai platform. Sering digunakan untuk membangun aplikasi mobile native untuk perusahaan dan konsumen lintas platform. RhoMobile menggunakan teknologi web seperti CSS3, HTML5, JavaScript, dan Ruby untuk membangun aplikasi pada sebagian besar sistem operasi termasuk iOS, Android, dan Windows.

4. WidgetPad

WidgetPad adalah salah satu framework open source terbaik untuk pengembangan aplikasi mobile multi-platform. Menggunakan teknologi web seperti JavaScript dan HTML5 untuk menawarkan berbagai opsi seperti pengeditan kode, versioning, dan distribusi. Framework ini memungkinkan digunakan untuk pengembangan aplikasi multi-platform seperti Android, iOS, dan web.

5. MoSync

MoSync adalah development kit untuk pengembangan aplikasi mobile multi-platform yang bersifat open source yang menggunakan bahasa pemrograman seperti JavaScript, PHP, Ruby, dan Python. Ini terintegrasi dengan IDE berbasis Eclipse dan memungkinkan pengembangan aplikasi mobile native untuk berbagai platform menggunakan pemrograman C / C++.


Frameworks Yang Perlu Dieksplorasi Untuk Pengembangan Aplikasi Mobile di Tahun 2021

platform aplikasi mobile

1. Flutter

Flutter adalah teknologi pengembangan aplikasi mobile multi-platform baru yang sedang tren. Flutter menggunakan “Dart” sebagai bahasa pemrograman, yang memfasilitasi analisis yang cepat dan efektif, dan kemudahan dalam membuat UI. SDK multi-platform open source oleh Google menyediakan berbagai macam plugin yang didukung oleh Google dan memungkinkan aplikasi mobile dibuat untuk platform Android dan Apple iOS.

2. React Native

Framework open source JavaScript ini telah menjadi teknologi pengembangan aplikasi mobile native yang paling digemari. Framework ini menawarkan dukungan yang cukup untuk IDE dan alat pengembangan aplikasi mobile lainnya dan memungkinkan pengembangan aplikasi native untuk platform iOS dan Android. Framework ReactNative memungkinkan untuk membangun aplikasi mobile native dengan JavaScript, menggunakan desain yang sama dengan React. Aplikasi yang dibuat menggunakan ReactNative adalah aplikasi mobile murni, yang tidak dapat dibedakan dari aplikasi yang dibuat menggunakan Objective-C atau Java ataupun Swift.

3. Ionic

Ionic menggunakan bahasa pemrograman HTML5 dan lebih disukai secara luas untuk pengembangan aplikasi mobile saat ini. Ionic menggabungkan HTML5, CSS3, dan JavaScript untuk membangun aplikasi mobile native dan membuat fungsi UI dengan sangat mudah. Teknologi pengembangan aplikasi mobile ini bekerja di UIWebView iOS atau WebView Android. Base pengembangan Ionic adalah Angular JS dan Apache Cordova. Ionic adalah cara termudah bagi pengembang web untuk membangun, mengembangkan, dan menskalakan aplikasi mobile multi-platform.

4. Xamarin

Framework lintas platform dengan keunggulan pengkodean C# ini menggunakan kode tunggal untuk pemrograman iOS, Android, Windows, dan platform lainnya. Dengan keunggulan berbagi kode, Xamarin membangun aplikasi yang menghasilkan aplikasi native. Xamarin adalah framework yang paling menghemat waktu dan biaya untuk pengembangan aplikasi mobile. Xamarin memungkinkan programmer menghasilkan aplikasi Android, iOS, dan Windows native dengan satu basis kode .NET. Framework ini menawarkan akses ke spektrum fungsionalitas penuh yang diekspos oleh platform dan perangkat yang mendasarinya, termasuk kemampuan khusus tiap-tiap platform.

5. NativeScript

Awalnya dikembangkan oleh Progress, NativeScript adalah salah satu framework open source yang paling banyak digunakan untuk mengembangkan aplikasi Apple iOS dan Android saat ini. NativeScript memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi mobile menggunakan JavaScript atau dengan bahasa lain yang ditrans-kompilasi ke JavaScript (misalnya: TypeScript). Refleksi API native, integrasi Angular, dan integrasi Vue.js adalah beberapa fitur penting NativeScript. Framework ini juga memungkinkan pengembang untuk menggunakan kembali library pihak ketiga dari Maven, npm.js, dan CocoaPods ke dalam aplikasi.

6. Felgo

Felgo, sebelumnya dikenal sebagai V-Play Engine adalah framework pengembangan lintas platform populer yang digunakan untuk membuat game dan aplikasi mobile. Felgo menggunakan Qt sebagai kerangka intinya yang menyederhanakan pengembangan game dan aplikasi mobile. Dengan Felgo, dapat dibuat aplikasi fleksibel dan modern yang dikompilasi secara native dari satu basis kode untuk platform Android, iOS, Desktop, Web, dan Embedded platform.

7. Mobile Angular UI

Mobile Angular UI adalah framework mobile open source yang menggabungkan fitur terbaik sintaks Angular js dan Bootstrap 3. Framework ini menyediakan komponen UI baru seperti navbar, sidebars, modals dan overlay, switch, dll. Karena menggunakan Angular js dan Bootstrap, mudah bagi pengembang untuk mempelajari. Mobile Angular UI memungkinkan bisnis membuat aplikasi mobile dan desktop hybrid HTML5 dengan cara yang sangat mudah.


Trend Yang Akan Mendominasi Pengembangan Aplikasi Mobile di Tahun 2021

  • Chatbot atau robot yang berfungsi sebagai asisten. Robot ini akan berperilaku seperti asisten atau pekerja, dan menjawab semua chat pelanggan secara otomatis. Integrasi Artificial Intelligence (AI) / kecerdasan buatan ini akan meningkatkan keterlibatan pengguna dan menghemat banyak biaya untuk bisnis. Diprediksi bahwa pada tahun 2025, semua interaksi antara pebisnis dan pelanggan terjadi melalui channel yang melibatkan kecerdasan buatan.
  • Statista melaporkan bahwa pada tahun 2022, pengiriman headset AR global akan melampaui 30 juta unit, yang berarti 12 kali lebih banyak dari angka yang tercatat pada tahun 2020. Seiring dengan semakin meluasnya Augmented Reality (AR) saat ini, bidang industri penting seperti pelatihan, keselamatan, pemeliharaan industri, pendidikan , dan perawatan kesehatan harus mengadopsi aplikasi mobile / tablet yang didukung AR.
  • Inisiatif yang meningkat yang dilakukan oleh para pemain e-commerce dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong pertumbuhan dompet digital seperti GoPay, OVO, dll. Kenyamanan, kemudahan penggunaan, ketersediaan smartphone yang murah, dan promosi yang ekstensif dari penyedia layanan perbankan menjadi beberapa alasan yang mendorong pembeli dan konsumen untuk mengadopsi dompet digital.
  • Meningkatnya permintaan konsumen akan kecepatan data yang lebih cepat, latensi rendah, pengalaman pengguna yang ditingkatkan didorong oleh Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), video UHD, panggilan video yang lancar, dan bermain game akan mendorong adopsi 5G secara paksa pada tahun 2021. Penelitian mengungkapkan bahwa Pasar layanan 5G diproyeksikan tumbuh pada 43,9% selama 2021-2027.
  • Waktu loading situs sangat mempengaruhi keuntungan dari suatu bisnis. Situs e-commerce akan kehilangan keuntungannya sebesar 10%, ketika ada penundaan 1 detik dalam waktu loading-nya. Plugin Accelerated Mobile Pages (AMP) yang diluncurkan oleh Google menjadi faktor wajib yang menentukan peringkat situs. Halaman web / mobile yang dioptimalisasi AMP akan diberi peringkat lebih cepat dan lebih baik oleh Google, serta memiliki peluang berlipat untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Bagikan…

Baca juga …

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *